Sabtu, 16 Oktober 2010

KEKUATAN SEBUAH CINTA....

Tidak ada cinta yang pilu. Cinta selalu merdu. Tetapi entah mengapa aku selalu kehabisan kata-kata ketika bercerita untukmu. Rasanya kata-kata pendek tidak akan pernah cukup, dan kata-kata panjang selalu kurang.

Tidak ada suara angin berciuman dengan dedaunan. Tidak ada suara air yang menyentuh bebatuan. Tidak ada suara awan yang berpelukan dengan hujan. Tidak ada suara kemarahan. Tidak ada suara tangisan. Tidak ada suara kerinduan. Aku menjadi “SANG SEPI YANG SENDIRIAN”. Menjadi maharaja sunyi.

Maka, aku tidak perlu kau bisa menyaksikanku. Aku tidak perlu matamu untuk memandangku. Tak mengapa kau buta. Bukankah cinta memang buta? Cinta tidak perlu mata. Cukup telinga untuk mendengarkan apa kata suara. SUARA CINTA. Kata-kata cerita yang kusampaikan padamu untuk menjadi nada.

Aku juga tidak perlu telinga. Bukankah cinta juga tuli? Cinta juga tidak perlu telinga untuk mendengarkan terlalu banyak kata-kata. Cukup hati yang bicara. BICARA CINTA. Seperti nada-nada yang kumainkan untukmu.

Kau hanya memandangku dengan mata tanpa warna. Ku lihat ada selaput tipis disana seperti gerhana yang tidak sempurna, tetapi memancarkan cinta yang sempurna.

JADILAH KITA SEPASANG KEKASIH YANG DIAM-DIAM SAJA DISINI. SEPERTI PENULIS TULI YANG JATUH CINTA KEPADA PIANIS BUTA. Memang tidak perlu kemana-mana, bukan? Bukankah kau selalu mendengarkanku seperti aku menyaksikanmu?

Untukmu cintaku “BIARKAN AKU MENCINTAIMU DENGAN MEMBACA DIRIMU, TIDAK SEKEDAR MENDENGARKANMU”.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar